Melawan Malas dalam Pandangan Islam

 

tidur_gigaom

 

Oleh : Muhammad Rofiq Nawawi

Malas, ya siapa saja pasti pernah mengatakan kata tersebut. Semua orang pasti penah merasa malas melakukan suatul hal. Malas bisa menyerang siapapun, dimanapun dan kapanpun. Dalam psikologi, malas merupakan keengganan seseorang melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Malas bisa bermacam-macam, diantaranya tidak disiplin, suka menunda sesuatu, menolak tugas, mengundurkan diri dari kewajiban, dan selalu mencari-cari alasan. Tentunya, sikap ini merupakan sesuatu yang tidak baik dan merugikan baik di masa kini terlebih di masa depan. Lalu mengapa malas bisa hadir ? Banyak sekali sebab munculnya rasa malas. Pertama, rasa malas hadir karena hati kita lebih tertarik pada yang mengasyikkan atau membuat kita lebih terlena. Contohnya tidur setelah Subuh adalah Sunah alias Susah Nahan. Bermain gadgets sehingga terlena tanpa terasa kita sudah kehilanngan waktu. Seperti sabda Nabi “Hufatul
jannah bimakarihi wahuffatul Naar bisyahwatihi” Surga itu di kelilingi oleh rasa malas dan Neraka itu dikelilingi oleh kesenangan. Kedua, rasa malas hadir karena belum adanya kesungguhann hati untuk berkomitmen mendisiplinkan diri, baik dalam hal waktu tugas maupun ibadah. Jika seseorang tidak benar-benar mengikrarkan diri dan berusaha mati-matian untuk melawan malas, sampai kapanpun malas akan mudah menyerang. Ketiga, faktor pergaulan. Bagaimana kita mau disiplin belajar, ibadah dan mengerjakan tugas sementara kita bergaulnya dengan orang-orang yang malas, suka hura-hura , dan sebagainya.

Nah, sahabat yang beriman, lantas bagaimana cara yang diajarkan Islam agar kita terhindar dari sifat malas? Sebelum kita membahasnya, terlebih dahulu kita membahas bahaya malas bagi kesehatan tubuh manusia.

Ternyata rasa malas yang berlebihan sangat berbahaya bagi kita. Saat ini banyak orang-orang yang malas bergerak dan lebih senang berleha-leha. Sebaiknya kita hindari kebiasaann ini, karena kurang gerak atau kurang beraktifitas, sama bahayanya dengan merokok. Sebuah study baru menunjukan bahwa malas gerak memiliki banyak sisi negatif terhadap kesehatan yang sama dengan sisi negatif merokok. Dalam peneilitian tersebut, diketahui bahwa 5,3 kematian diseluruh dunia akibat kurang aktif secara fisik. Temuti Amstrong, kordinator of the survalen and population best prepencen program for the world harvard organitation WHO di Swiss, menuturkan kurangnya aktivitas fisik menempati urutan ke-empat sebagai faktor resiko utama penyakit kronis, setelah tekanan darah tinggi, penggunaan tembakau dan kolesterol tinggi. Penelitian di dunia menyatakan bahwa orang-orang lebih mengandalkan mobil dan kendaraan lainnya ketika berpergian dan saat di kantor orang lebih banyak menghabiskan waktu di meja kerjanya. Kondisi yang sama juga terjadi pada remaja dan anak yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi dan bermain video game dibanding bermain di taman padahal kurangnya aktivitas ini berperan dalam hampir setiap penyakit kronis yang ada, malas yaang terus dibentuk dari kebiasaan terus diulang, maka akhirnya akan menjadi sebuah sifat yang melekat pada diri kita dan bisa membawa diri kita pada sebuah kegagalan dalam menjalani kehidupan.

Jika begitu bagaimana caranya untuk mengusir rasa malas? Pertama, kita harus menyadari begitu pentingnya waktu. Waktu adalah nikmat yang besar, ladang untuk menuai kebaikan dan punya pengaruh yang sangat jelas. Imam Hasan al Basri mengatakan yang intinya adalah hari ini akan dimintai pertanggung jawaban dan ketika hari itu telah berlalu maka ia tidak bisa kembali. Maka jelas orang yang cerdas adalah yang mampu mengisi hari-harinya dengan amal kebaikan dan memanfaatkan sisa hidup yang ada dengan segala perkara yang bermanfaat sebagai bekal menuju alam yang abadi. Kedua, Bergaul dengan teman yang baik, karena teman memiliki pengaruh dalam diri seseorang. Teman yang baik adalah teman yang bisa mengajak pada kebaikan dan mendorong pada ketaatan, maka berteman dengan teman yang rajin akan mendorong diri kita untuk meniru dan ikut sepertinya. Rasulullah bersabda, “perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi, engkau akan membelinya atau engkau mendapat bau wanginya. Adapun tukang pandai besi, dapat membakar rumahmu, bajumu atau engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Muslim).

Maka salah satu Visi LDK Syahid Bagaimana menciptakan Bi’ah hasanah atau suasana/lingkungan yang baik. Ketika ada satu orang yang membaca al-Quran sedangkan orang-orang sekitarnya tidak membaca al-Quran, maka yang akan dianggap aneh itu dalah seorang tadi yang membaca al-Quran, berbeda apabila sebalikanya orang-orang sekelilingnya membaca al-Quran dan ada minoritas yang tidak membaca al-Quran maka yang minoritas itu akan terbawa ikut membaca al-Quran ataupun mereka memilih untuk menjauh. Tapi itulah Da’wah yang lebih efektif yaitu dengan memberikan keteladanan. Ketiga, membaca kisah-kisah semangat para salafusshalih juga dapat membantu kita mengusir rasa malas, karena mereka orang-orang terbaik umat ini. Teladan mereka dalam belajar, beribadah, istiqomah diatasnya dapat menggugah semangat jiwa yang sedang dilanda rasa malas. Keempat, selalu mengerjakan amalan shalih, karena hal itu akan membawa kebaikan bagi para pelakunya. Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus dilakukan meskipun sedikit. Sabda Rasulullah SAW, “amalan yang paling di cintai disisi Allah ta‟ala adalah yang dikerjakan terus menerus meskipun sedikit” (HR Bukhari Muslim). Maka tidak diragukan lagi bagi orang-orang yang menghiasi hari-harinya dengan amal Shalih, hatinya akan berpaling pada sifat malas dan dirinya akan senantiasa semangat dengan izin Allah. Keempat, isi hari-hari dengan kegiatan bermanfaat seperti membaca buku, berolahraga, mengunjungi majelis ilmu. Tujuan dari hal ini agar rasa malas yang sedang kita alami, tetap terkendali dan kegiatan yang tidak menyalahi aturan agama. Kelima, Do’a. Doa merupakan Shilahul mukminin “senjatanya orang-orang yang beriman.” Maka mintalah selalu kepada Allah dengan kerendahan diri agar tetap semangat dan terjauh dari sifat malas, bagaimana rosulullah mengajarkan kepada kita sebuah doa yang indah, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas,dari rasa takut, tua, dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, fitnah kubur dan kematian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setiap muslim memiliki kemampuan yang terbaik hanya yang membedakan tingkat kemalasan dan usaha, seperti firman Allah dalam QS. At Tiin ayat 4, ”kami telah ciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya”.

Penulis merupakan Ketua LDK SYAHID 20

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.