Sabar dan Ikhlas

Oleh : Bina Putri Paristu Kesabaran muncul dari kematangan jiwa, dimana seorang muslim yang baik, yang mampu mengedepankan logika daripada emosinya, tidak terjerumus terhadap sikap yang emosional, karena keimanan dan pemahamannya yang menjadikan kearifan dalam menghadapi persoalan. Mungkin darikita banyak sekali yang mengatakan “Kesabaran itu ada batasnya” kalimat tersebut bukan berarti benar salahnya, tetapi dalam pengaplikasiannya. Karena seorang muslim yang baik, yang dapat mendidik ora...
More

Merindu Lagi

Oleh : Bina Putri Paristu Dalam malam yang panjang, suara yang sayup-sayup terdengar, ada rintihan tangis dan juga gelap mencekam. Pada malam yang dinanti setiap mukmin untuk mendekatkan diri kepadaNya. Tak terasa ramadhan hamper telah usai. Lantunan ayat suci, diiringi kekhuyuan saat kami bershaf-shaf berdiri dengan rapi pada sepertiga malam. Malam itu diluar sana, hujan membasahi badan kami yang mengendarai kuda besi, “Alhamdulillah hujan” sahutku dengan senyum penuh semangat. “ kakak, kehu...
More

Semua Dihadapkan Pada Porsinya

Menarik jika membuka sejarah, dari masa terjajah sampai semua terasa nyata entah bagaimana mulai berkisah bagaimana aktivisme mahasiswa. Orientasi mahasiswa berbasis gerakan pembangunan bangsa yang menyudut pada gerakan politik pengemban tugas reformasi. Mahasiswa ditempatkan pada kelas menengah dalam strata politik antara elit dan masyarakat bawah, banyak bahasan mengenai arti kelas menengah sendiri dan paling menggugah sanubari ketika disinonimkan dengan penyambung lidah rakyat, namun t...
More

Tak Ada Batasan Waktu untuk Mengabdi Padamu, Ibu Ayah

Teruslah Mengabdi Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembal...
More