BEGINILAH KESAN PESERTA LKDI 2019

Assalamu’alaykum Sobat Syahid!

Setelah beberapa hari LKDI berlalu ternyata bagi para peserta, acara open recruitmen ini meninggalkan kesan yang sangat berharga, diantaranya terdapat cerita dari salah satu peserta yakni Fauzi yang sangat berkesan dengan agenda LKDI yang kental dengan nuansa kekeluargaan dan menjadi ajang untuk meningkatkan amalan harian seperti qiyamul lail.

“Suasana tempat di sana keren dan bersih, saya bertemu dengan teman-teman yang antusias ketika dinyatakan sebagai saudara seperti tanpa batas saat berbagi ide, dan peserta lain juga saling menyapa ya pokoknya saya merasakan betul inilah keluarga.” Ujar Fauzi.

 Mahasiswa asal Fakultas Syariah Hukum semester dua ini juga mengakui awalnya mengikuti LKDI karena pertama, ia merasa butuh lingkungan dimana orang-orang itu memotivasinya untuk beribadah kepada Allah. Kedua, ia juga merasa dengan di LKDI juga sebenarnya menambah wawasan tentang pengetahuan agama melalui mentoring karena dirasa metode berkumpul dengan teman-teman kelompok maka ilmu itu lebih tersampaikan dengan diskusi bersama. Ketiga, Fauzi juga ingin membuktikkan pada masyarakat nanti bahwa mahasiswa UIN Jakarta mampu berdakwah dan mengaji serta menjadi agent of change. Fauzi juga berharap ukhuwah islamiyah di LDK ini terus dapat dirasakan kapanpun.

Adapula cerita dari Desy, mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ini yang mendapatkan penghargaan sebagai peserta terbaik akhwat LKDI 2019. Ia mengaku awalnya merasa tidak tertarik untuk mengikuti ajang open recruitmen ini, akan tetapi ia yakin bahwa LDK akan menjadi lautan ilmu untuk mempelajari lebih dalam tentang nilai ajaran agama islam.

Bagi Desy kegiatan ini menambahkan wawasan pengetahuannya tentang indahnya berukhuwah Islamiyah serta urgensi halaqoh yang kelak menuntunnya akan selalu mengingatkan akan akhirat dan menyerukan dakwah. Kemudian pengetahuan tentang Ghawzul Fikr dimana materi yang disampaikan Ustad Sigit ini selalu ia ingat akan pentingnya memahami terlebih dahulu maka beriman. Setelah itu materi Tarbiyah Islamiyah dimana manusia menjadi umat terbaik dengan pengetahuan, kemuliaan, kebaikan, dan persatuan. Ia juga mengaku saat sesi mentoring materi harapan pada Al-Quran ia sempat menangis karena mendapat jawaban atas kegelisahannya selama ini.

“Kesannya, masya Allah sangat menyenangkan, karena dapat mengenal lebih dekat tentang LDK, di sini banyak dijelaskan tentang sejarah, Visi, dan Misi LDK. Sangat seru aktivitas di sana seperti mandi tengah malam, gak kebagian kasur, dan tidur di ubin. Makanannya juga enak tapi kurang banyak.” Ucap Desy.

Lalu saat materi motivasi terdapat dua kalimat perkataan Ustad Dimyati yang tertanam pada diri Desy “Muda adalah pilihan, tua itu pasti” menurut Desy dapat disimpulkan bahwa para pemuda tidak boleh menyia-nyiakan masa mudanya, karena peran pemuda sangat penting, mereka adalah pembaharu moral umat, penerus, pengganti, dan juga pengubah dunia. Pilihannya ada tiga, diam layaknya batu, hanyut layaknya daun di sungai, atau melawan arus layaknya ikan di lautan. Jadi dari pada sibuk pacaran labih baik fokus untuk membangun masa depan.

Mahasiwa jurusan pendidikan matematika semester dua ini juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyangka akan menjadi peserta terbaik, ia tidak tahu alasannya mengapa sehingga membuatnya menjadi peserta terbaik. Akan tetapi ia yakin bahwa Allah memberikan amanah lebih untuk selalu istiqomah di Lembaga Dakwah Kampus ini. Ia juga berharap mampu mengemban amanah tersebut, dan sebaik-baiknya manusia yaitu manusia yang bermanfaat, Aamiin.

Comments

comments