LDK SYAHID 23 JAULAH WAREK III

Assalamu’alaykum Sobat Syahid!

Alhamdulillah pengurus Lembaga Dakwah Kampus Syarif Hidayatullah (LDK Syahid) UIN Jakarta periode 2019 telah melaksanakan agenda kunjungan kepada Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Masri Mansoer, M. Ag. Agenda kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa sore hari ini, LDK Syahid 23 diwakili oleh Badan Pengurus Harian; Abdullah Hanif, Riska Nurlita, serta Bidang Humas; Nasywa Al-Faruqi, Tut Nyadin, dan Bella Pratiwi.

Dalam bincang-bincang hangat di Ruang Kemahasiswaan, Prof. Masri Mansoer menjelaskan bahwa Dakwah adalah mengajak manusia ke jalan Tuhan, karena perlu diajak, Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan Rasul untuk menjadi pengantar Risalah Allah Subhanahu Wata’ala, karena manusia sudah difitrahi sifat-sifat kelalaian. Sebagaimana firman Allah:

فَاَلۡهَمَهَا فُجُوۡرَهَا وَتَقۡوٰٮهَا﴿۸

Artinya: Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. [QS. Asy-Syams (91): 8]

Kemudian LDK hadir untuk menjadikan mahasiswa-mahasiswa yang mampu menyucikan diri. Sebagaimana firman Allah:

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا﴿۹

Artinya: Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu).” [QS. Asy-Syams (91): 9]

Dapat dikatakan dalam ayat ini bahwa sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan dirinya dengan taat kepada Allah, dan membersihkannya dari akhlak-akhlak yang hina.

Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan yang ada di LDK ya hanya untuk dakwah, untuk akademik, bukan untuk kepentingan dakwah politik. Banyak anggapan orang-orang yang menyatakan bahwa LDK itu adalah bentuk kaderisasi suatu organisasi di kampus, dan LDK tidak boleh ada afiliasi dengan organisasi manapun. Tolong dipisahkan betul anggapan orang-orang itu, buktikan bahwa LDK adalah bentuk pengembangan minat dan bakat dalam bidang dakwah.” Ujar Prof. Masri.

Setelah itu, beliau juga sedang mencanangkan program shalat dzuhur wajib berjamaah untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) yang ada di UIN Jakarta karena menurut beliau berinteraksi itu perlu dan salah satunya bertemu di masjid sehingga dapat mendekatkan pimpinan-pimpinan UIN Jakarta dengan mahasiswa UIN Jakarta. Selain itu Prof. Masri juga berpesan bahwa jangan berislam dengan satu sisi, tetapi lihatlah islam di sisi yang lain.

Comments

comments