MENCARI BERKAH DI TENGAH WABAH

Oleh: Luthfiya Ramadhania

Ada yang berbeda dari Ramadan kali ini. Ketika pada Ramadan-Ramadan sebelumnya kita dengan leluasanya menjalankan sholat tarawih, berbuka puasa bersama dengan  teman-teman dan keluarga, berburu ta’jil saat sore sambil menunggu waktu berbuka, i’tikaf bersama di masjid saat sepuluh malam terakhir, sholat ied saat lebaran, bersilaturahmi dan pulang ke kampung masing-masing. Namun, pada Ramadan kali ini Allah datangkan suatu musibah sekaligus sebuah ujian dimana hanya orang-orang yang mempunyai keimanan yang kuatlah yang dapat mengambil hikmah dari datangnya ujian ini. Ya, Ramadan tahun ini kita harus menjalaninya di tengah wabah Covid-19.

Mungkin sebagian dari teman-teman ada yang bersedih karena ibadah pada saat pandemi ini harus dibatasi, dan harus menjalankan social distancing, namun sebagian yang lainnya harus bersedih karena tidak bisa berkumpul dengan teman-teman untuk bukber, ngabuburit bersama,dan lain-lain. Terlepas dari segi mana kesedihan kita karena momen-momen Ramadan itu yang tidak bisa kita jalani seperti biasanya, yang jelas Ramadan ini adalah momen dimana kita harus berburu pahala sebanyak-banyaknya dalam apapun kondisinya, karena disitulah letak keberkahan dari Ramadan itu sendiri, amalan yang kita lakukan dapat dilipatgandakan dibandingkan kita menjalankan amalan-amalan itu di bulan yang lainnya.

Dengan adanya bulan Ramadan di tengah wabah Covid-19 ini, bisa menjadi sarana kita untuk mencari keberkahan sebanyak-banyaknya, jadi wabah yang kita rasakan saat ini bukan menjadi suatu halangan untuk berburu keberkahan di bulan Ramadan. Sebagaimana bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan karena sangat banyak kebaikan dan keistimewaan di dalamnya.

Diantara keistimewaan yang Allah berikan di bulan Ramadan ini adalah amalan-amalan yang kita lakukan pada bulan ini akan  dilipatgandakan oleh Allah SWT. Sebagaimana hadist dalam riwayat Imam Muslim disebutkan “Setiap amal yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku semata.”

Hal yang saya kagumi dari umat Muslim saat ini untuk mencari keberkahan Ramadan adalah diantara mereka banyak berlomba-lomba menyisihkan hartanya untuk orang-orang yang membutuhkan karena terkena dampak Covid-19, yaitu dengan cara membagikan makanan, sembako, ataupun masker untuk rakyat kecil, dan menyumbangkan APD bagi tenaga medis yang harus bekerja di garda terdepan. Mereka juga ada yang rela turun ke jalan demi membagikan ta’jil gratis kepada masyarakat yang terpaksa tidak bisa menjalankan work form home.

Pemandangan seperti inilah yang membuat saya merasa bahwa musibah tidak mengalangi seseorang untuk terus berbuat baik. Meskipun saat ini kita termasuk orang yang membutuhkan karena pendapatan tidak sebanyak pada biasanya, tapi akan menjadi mulia apabila kita tetap memerhatikan nasib masyarakat yang lebih membutuhkan daripada kita sendiri. Bahkan dalam hadist riwayat Al-Bukhari dan Muslim mengeluarkan hadist dari Ibnu ‘Abbas R.A dia berkata Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan. Dan beliau lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadan pada saat Jibril menemuinya, ketika itulah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dalam kebaikan dari pada angin yang berhembus.

Demikianlah salah satu contoh yang bisa kita lakukan untuk mencari berkah di tengah wabah. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berbuat kebaikan dan mendapat ganjaran pahala dari-Nya. Wallahu a’lam bi showab

Comments

comments