Alasan katun adalah segalanya

Oleh : Abdullah Riayatuddin Al-mustafa Billah Syah

Puluhan abad yang lalu, suku Inca mengembangkan sebuah baju zirah secara terus terang yang bisa lentur terhadap hantaman senjata tajam dan tombak, melindungi para pejuang mereka dari apapun bahkan sampai serangan fisik yang paling ganas sekalipun. Struktur kokoh ini bukan terbuat dari baja ataupun besi, tapi berasal dari sesuatu yang tidak diduga yaitu lembut ; katun.

            Anyaman tebal tersebut, diselimuti oleh bahan katun dapat mengalirkan energi mengalir merata keseluruh permukaan benda, melindungi para petarung tanpa harus membatasi ataupun menggangu langkah gerak mereka yang lincah. Tampaknya fitur kontradiktif-kuat dan fleksibel, lembut dan berdaya tahan kuat- memiliki akar struktur yang rumit dalam biologi pada benang katun yang nyaris tidak terlihat.

            Benang-benang ini berasal dari kehidupan yang sangat dalam dari struktur bunga katun, berada pada permukaan bijinya. Kurang lebih jumlahnya berkisar 16.000 benag-benang halus akan menghiasi setunggal biji katun, menonjol keluar dari permukaan biji seperti model balon-balon air. Setiap benang katun, tidak penting seberapa besar dia bertumbuh, berasal dan diproduksi dari 1 sel. Sel tersebut memiliki beberapa lapisan dari dinding sel.

            Setelah beberapa hari, bagian pada lapisan pertama, yang disebut induk dinding sel, mengeras, mendorong sel untuk tumbuh menuju satu arah dan menyeabkan benang tersebut memanjang. Perpanjangan benang katun tersebut terjadi paling cepatnya selama 16 hari. Kemudian masuklah pada bagian selanjutnya; penguatan dinding sel. Ini menciptakan sebuah dosis untuk penguatan dinding tersebut secara banyak yang disebut dengan carbohydrate celullose. Celullose akan memperkuat dinding sel sebanyak 34% pada tahapan ini dan dengan cepat meningkat.

            Bagian yang tumbuh tersebut juga menjadi pertahanan bagi dinding katun dengan menjadi gandum utuh dari dinding sel yang ada. Dinding sel yang dikuatkan kemudian menjadi kaku, dan menghambat pertumbuhan kedepannya. Itu berarti jika benang katun memodel ulang dindingnya terlalu dini, maka hasilnya akan pendek dan tentu akan menjadi kasar, menjadi kain yang lemah. Akan tetapi jika kebalikannya, maka dinding sel tidak sepenuhnya kokoh menghasilkan benang yang lemah untuk dijadikan bahan kain yang bagus.

            Dalam proses pertumbuhan yang ideal -dengan temperatur yang tepat, air, pupuk, pestisida, dan cahaya matahari- sebuah benang katun dapat tumbuh hingga mencapai 3.6 centimeter panjangnya dengan lebar hanya 25 mikrometer. Benang yang panjang dan berkualitas dapat mengikat satu sama yang lain lebih baik dari yang pendek dan berbenang sedikit, yang dimana benang yang panjang dan berkualitas tersebut dapat menjadi untaian yang lebih kuat yang terikat satu sama yang lain dengan kualitas yang terbaik.

            Katun dengan kualitas seperti ini dapat digunakan dalam aspek apapun mulai dari bahan tekstil yang halus hingga menjadi lembaran uang cetak, yang dimana uang kertas mengandung 75% katun. Bagian selanjutnya dari pertumbuhan benang katun dimulai dari menguatkan lapis kedua dari dinding sel dengan banyak menyedot cellulose secara banyak kedalam bagian keduanya. Cellulose dapat menciptakan perumbuhan 90% pada berat benang. Semakin banyak zat tersebut di sedot semakin padat pula lapis kedua dan ini menentukan kekuatan pada bagian akhir benang.

            Bagian ini sangat penting untung mengembangkan material yang awet tahan lama sebagaimana yang kita ketahui semisalnya, bahan kaos.kekuatan garment dapat bertahan hingga puluhan kali di cuci dan dipakai yang dimana itu semua berkat kepadatan dinding sel pada lapisan ke dua katun. Pada sisi lainya kelembutan benang dipengaruhi oleh panjangnya benang itu tumbuh, yang di buat dari pemodelan induk dinding sel.

            Akhirnya pada 50 hari pertumbuhannya, benang katun pun tumbuh sempurna seluruhnya. Semua kehidupan didalam sel mulai mati, meninggalkan hanya cellulose didalamnya. Biji katun atau polong yang mengering, yang memyelimuti katun retak terbuka, menyingkap letupan beberapa ribuan sel benang dalam masa ringan. Benang seperti yang kita lihat pada pohon katun-yang lebih tipis dari rambut manusia- adalah sisa dari dinding sel padat yang mengering mengandung cellulose.

            Puluhan hingga ratusan benang tersebut dipintal menjadi sebuah benang siap jahit yang kemudian akan diproses menjadi pakaian, penyaring kopi, popok, dan benang pancing. Dan dengan bantuan teknologi sains modern, katun bisa menjadi lebih halus, kuat dan awet tahan lama dari sebelumnya sejauh para saintis meneliti bagaimana mengoptimalkan pertumbuhanya bedasarkan nutrisi, keadaan cuaca, dan genetik.    

Sumber : the greatness of cotton – Michael R. Stiff.

Comments

comments