INHEREN: ANTARA LDK SYAHID DAN MODERASI BERAGAMA

Sebuah perspektif LDK Syahid mengenai Moderasi Beragama

Oleh: Fitriyani1), Eka Febrianto2), dan Irfan Abdillah3)

1,2Humas LDK Syahid, 3Sekretaris Jenderal LDK Syahid

UIN Syarif Hidayatulah Jakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbesar di Indonesia menjadi proyeksi penting dalam moderasi beragama. Hal ini senada dengan pernyataan bahwa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki tanggungjawab untuk menerjemahkan kebijakan tersebut dalam bentuk kebijakan strategis dan program yang operasional yang dinukil dari laman psikologi.uinjkt.ac.id pada berita yang bertajuk “DIES NATALIS KE-62

UIN JAKARTA: PUSAT MODERASI BERAGAMA DAN BEYOND IMAGINATION”

(20/6). Banyaknya program studi Agama yang terdaftar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta muatan mata kuliah keagamaan menjadi tantangan tersendiri bagi terciptanya narasi

‘Rumah Moderasi Beragama’ yang akhir-akhir ini kerap kali digaungkan oleh pihak sivitas akademika. Narasi tersebut tentu saja tidak bisa terlepas dari berbagai macam entitas komponen yang berada dalam lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, termasuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LDK Syahid yang sudah lebih kurang 24 tahun menjadi bagian dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menurut KBBI, moderasi adalah penghindaran keekstreman. Sedangkan dalam bahasa Arab, moderasi dikenal dengan kata wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan kata tawassuth (tengah-tengah). Menurut Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Dies Natalis ke-62 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta moderasi beragama dimaknai sebagai upaya untuk mewujudkan Islam wasatiyah atau Islam rahmatan lil alamin dengan tujuan untuk mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis, santun, dan damai di tengah keragaman masyarakat. Hal tersebut selaras dengan kalimat yang juga disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A  dalam acara Grand Closing FSLDKN 19yang diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution (28/9) bahwa moderasi beragama bukanlah toleransi yang berlebihan dengan ajaran yang bukan Islam, moderasi beragama adalah berpegang teguh pada ajaran masingmasing dan toleransi dengan bersikap adil, tolong menolong dan senantiasa damai serta bersaudara dengan yang non Muslim. Pemahaman terkait moderasi beragama menjadi sebuah pemahaman yang penting untuk  dipahami secara kontekstual serta diejawantahkan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di kalangan mahasiswa dan Pendidikan Tinggi. Mahasiswa yang  selama ini digadang-gadang sebagai Agent of Change serta Pendidikan Tinggi sebagai tempat mengelaborasi banyak pengetahuan diharapkan mampu memberikan formula terbaik atas segala problematika yang terjadi. 

Islam moderat dipandang sebagai paham yang relevan dalam konteks keberagamaan di tengah heterogenitas yang ada, baik di lingkup Indonesia sebagai sebuah Negara, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai PTKIN, maupun LDK Syahid sebagai sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sekaligus organisasi yang bergerak di bidang dakwah dan berorientasi terhadap nilai-nilai Islam. Gelar PTKIN yang tersemat tidak serta merta menghilangkan nafas dakwah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, justru menambah ingar-bingar gairahnya. Sejak didirikan pada 28 Mei 1996, UKM LDK Syahid memberikan nafas bagi pergerakan dakwah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. UKM LDK Syahid meyakini bahwa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah sebuah kampus yang menjadi acuan model generasi muda Islam karena begitu kental dan identik dengan pendidikan Islam yang modern dan moderat, sehingga sepanjang perjalanannya, UKM LDK Syahid terus membenahi diri supaya bisa berkembang menjadi organisasi yang moderat. 

Di kehidupan nyata, manusia tidak pernah bisa terlepas dari perbedaan. Oleh sebab itu, dalam praktiknya, UKM LDK Syahid menanamkan moderasi beragama sebagai kolaborasi yang mengaitkan berbagai unsur yang berbeda sehingga menemukan sebuah titik temu. Selain untuk menambah berbagai perspektif baru dan menjawab problematika dengan cara yang lebih baik, praktik seperti ini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa dan karsa sebagai manusia yang bertoleransi, sehingga pada akhirnya bisa tercipta hubungan yang utuh dan guyub dalam berdampingan.

Sebagai sebuah pemahaman, moderasi beragama juga harus memiliki batasan. Menjadi insan yang tidak ekstrem ke kiri maupun ke kanan tidak lantas meluruhkan nilai-nilai keimanan yang digenggam. Menarik kutub-kutub yang berlebihan juga mesti diimbangi dengan penerimaan, hal ini dirasa inheren apabila kita menukil pernyataan pernyataan Lukman Hakim Saifuddin dalam republika.co.id (21/1) yang berbunyi “Silakan mengamalkan ajaran agama, namun jangan menyeragamkannya”.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi pusat dari studi perkembangan Islam dan ilmu pengetahuan di Indonesia, banyak mahasiswa dan dosen yang mempunyai prestasi membanggakan dalam skala Nasional maupun Internasional dan ini membuktikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah berperan secara aktif untuk Syiar dan Dakwah Islam untuk menyatukan dalam moderasi beragama. Keanekaragaman budaya dan kultur dalam lingkungan UIN Syarif  Hidayatullah Jakarta yang dimana mahasiswa nya terdiri dari banyak latar belakang suku, ras bahkan tidak sedikit juga terdapat dari mahasiswa luar negeri namun kita menjaga keharmonisan itu dengan sangat baik, sehingga sangatlah layak untuk mempunyai status sebagai kampus dengan sebutan ‘Rumah Moderasi Beragama’.

Begitupun dengan UKM LDK Syahid yang menjadi salah satu Organisasi Internal yang berorientasi terhadap nilai-nilai Islam dalam rangka membantu mewujudkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai rumah dari moderasi beragama. Anggota dari UKM LDK Syahid terdiri dari berbagai mahasiswa yang tersebar di semua Fakultas yang ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mempunyai latar belakang berbeda-beda, namun UKM LDK Syahid selalu menanamkan nilai-nilai kerukunan dan kedamaian. 

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selalu menjadi sorotan banyak masyarakat sebagai kampus yang memiliki alumni-alumni berprestasi dan bisa berpengaruh terhadap masyarakat. UKM LDK Syahid memberikan pengalaman dan pembelajaran terhadap setiap anggotanya untuk menjadi mahasiswa-mahasiwa yang berprestasi sehingga UKM LDK Syahid banyak terlibat aktif dalam mengembangkan syiar Islam dengan selalu mengedepankan persatuan dan kedamaian yang nantinya ketika sudah lulus dan mengabdi kepada masyarakat bisa menjadi seorang yang bermanfaat dan selalu menebar kebaikan.

Moderasi beragama sangatlah dibutuhkan sebagai upaya menyatukan dan juga sebagai solusi dalam memerangi paham atau ideologi yang masuk untuk memecah belah masyarakat khususnya di Indonesia. Dalam upaya menjaga keharmonisan hidup bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia, UKM LDK Syahid selalu menjunjung nilai-nilai kebangsaan sesuai dengan konstitusi yang sudah disepakati oleh para pendiri bangsa ini, yaitu para pahlawan dan juga para ulama. Salah satu aksi nyata UKM LDK Syahid dalam rangka memerangi paham-paham yang bertentangan dengan konstitusi negara kita yaitu selalu menanamkan wawasan kebangsaan dan ikut serta melakukan kegiatan-kegiatan sosial masyarakat baik di dalam kampus ataupun di luar kampus. 

Mengapa pemahaman mengenai moderasi beragama perlu untuk dihadirkan terutama dalam ranah kampus? Terlebih kampus yang memiliki identitas keagamaan seperti PTKIN? Karena tentu bukan sebuah jaminan kampus yang memiliki identitas keagamaan dapat menjamin seluruh sivitas akademika yang ada didalamnya memahami secara utuh agama yang diyakininya. Bahkan, Sebagian dari mereka masih terbilang awam akan pemahaman keagamaan sehingga mudah sekali untuk tergiring dan terprovokasi oleh oknum yang ingin merusak keyakinan. Maka dari itu, adanya inisiatif untuk membangun pemahaman  terkait moderasi beragama di lingkungan kampus diharapkan bisa menjadi sebuah solusi atas problematika kehidupan beragama.

 Upaya pembangunan pemahaman terkait moderasi beragama dalam kampus dapat dimulai dari ruang lingkup Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yaitu UKM yang memiliki hak dan wewenang yang legal dari kampus untuk bisa dijadikan sebagai motor pergerakan dalam membangun pemahaman moderasi beragama di lingkungan kampus. Salah satu UKM tersebut adalah LDK Syahid UIN Jakarta. Meski masih banyak UKM-UKM lain yang juga dapat dijadikan sebagai motor pergerakan moderasi beragama di lingkungan kampus.

 Melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan UKM LDK Syahid diharapkan bisa menjadi salah satu upaya dalam membangun pemahaman terkait moderasi beragama. Seperti disisipkan dalam tema kajian atau forum diskusi, yang mengarah kepada edukasi terkait pentingnya memahami moderasi beragama. Dan juga masih banyak cara lain untuk bisa dijadikan jalan dalam membangun pemahaman moderasi beragama secara luas. Sejauh ini, untuk kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh LDK Syahid sudah cukup mengarah kepada modearsi beragam lewat tema-tema yang diangkat. Adapun ke depannya akan ada evaluasi serta inovasi baru dalam menumbuhkan pemahaman terkait moderasi beragama kepada mahasiswa/i secara luas.

 Rencana strategis dalam upaya membangun pemahaman terkait moderasi beragama ke depan ialah dengan membuat agenda formal maupun informal dengan mengangkat tema moderasi beragama, kemudian membuat forum pertemuan internal pengurus dengan menyisipkan sosialisasi pemahaman terkait moderasi beragama, dan mengaktifkan forum UKM agar terciptanya kegiatan kolaboratif dari masing masing UKM yang ditujukan sebagai upaya menyebarluaskan edukasi terkait urgensi moderasi beragama secara lebih luas dan lebih tersebar ke seluruh lapisan sivitas akademika kampus.

Comments

comments