FRESH-IN

Foto bersama dengan Akmal Sjafril dengan para peserta FRESH-IN

Pada Sabtu (29/3) pukul 13.00 WIB telah dilaksanakannya kegiatan FRESH-IN dengan tema “Pentingnya Budaya Literasi dalam Mencetak Intelektual Muslim” yang berkolaborasi dengan komunitas membaca @baca_bareng. Kegiatan yang diusung teman-teman Bidang Pengembangan Akademik, Bakat, dan Keilmuan (PABK) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahir berlangsung melalui ZOOM Meeting dan diisi oleh Akmal Sjafril selaku Kepala Sekolah Pemikirin Islam (SPI), penulis dan blogger.

Dibuka untuk umum FRESH-IN diikuti sebanyak 46 peserta. Pembukaan acara diawali dengan pengantar oleh moderator yaitu Muhammad Syauqi Azhari Dienullah dari divisi Syiar LDK Syahid Fakultas Ushuludin. Kegiatan ini diharapan selain sebagai wadah berdiskusi mengenai pandangan literasi juga dapat memantik semangat peserta agar mampu menjadi pelopor kegiatan peningkatan literasi bangsa.

Materi yang disampaikan tidak luput dari apa itu literasi, pentingnya berliterasi, kaitan literasi dengan logika sampai dengan kecelakaan literasi. Literasi bukan lagi menjadi hal yang jauh untuk kita sebagai mahasiswa, karena sebenarnya ia sangat melekat pada kegiatan akademik, walaupun realisasinya belum maksimal dilakukan oleh para intelektual yang ada.

Kegiatan literasi diantaranya adalah bagaimana kita berbahasa, membaca, menulis, dan menyampaikan pendapat. Bagaimana kita berbahasa ini terkait langsung bagaimana seseorang berlogika, dimana setiap manusia sebelum berkata diminta untuk berpikir kembali apa yang akan ia katakan pun bagaimana mengatakannya dengan jelas dan tersistematis agar pendengarnya dapat mengerti maksud dan tujuan pembicara.

Literasi ini menjadi penting karena ia merupakan sebuah keterampilan dasar  yang dibutuhkan setiap orang, terlebih untuk para muslimin. Hal tersebut karena Islam datang dengan tradisi literasi yang walaupun diawali dengan Rasullah saw. tidak dapat membaca.

Setelah datangnya Islam, barulah literasi menjelma sebagi kewajiban karena menjadi sebuah keperluan. Litersi sangat diperlukan ialah berguna untuk membaca Al-Quran, sehingga seorang muslimin mampu membacanya,  memahami isinya kemudian baru mengamalkannya Selain itu Akmal mengatakan pentingnya kita, sebagai umat muslim, untuk membiasakan diri berliterasi karena jika muslimin tidak punya literasi yang baik, mereka hanya akan terus mengulang perdebatan yang sama.

Namun, sayangnya perkembangan literasi di Indonesia sendiri dirasa sangat lamban. Salah satu alasannya adalah karena di sekolah saat mempelajari bahasa, pembelajaran cenderung terlalu struktural dengan minimnya praktek. Akmal menjelaskan salah satu cara meningkatkan literasi saat ini diantaranya ialah meminta setiap orang untuk membaca. Karena membaca sendiri adalah hal dasar dari literasi. Kemudian barulah seseorang memahami bacaan, dan dilanjutkan dengan menjelaskan hal-hal menarik menurut prespektif masing-masing.

Selain itu FRESH-IN membahas juga terkait kecelakaan literasi. Kecelakaan literasi saat ini disebabkan karena adanya penggalan informasi yang salah, dimana seseorang tidak dapat membedakan bacaan. Hal lain yang menjadi salah satu timbulnya kecelakan literasi ialah banyak membaca buku yang tidak otoritatif, dimana ahli yang mengatakan tidak jelas, penulisnya tidak tahu siapa, tetapi pembaca menerima informasi begitu saja tanpa proses berpikir kritis. Sehingga sering kali pembaca belum bisa memposisikan sebuah bacaan.

Setelah materi terakhir disampaikan, dibuka sesi tanya jawab untuk para peserta. Terdapat empat pertanyaan dijawab langsung oleh Pemateri. Pertanyaan yang ada ialah seputar belajar, literasi, meningkatkan minat membaca serta keterkaitkan agama dengan bacaan. Kemudian setelah semua pertanyaan terjawab, acara selesai pada pukul 15.00 WIB ditutup dengan membaca doa dan foto bersama dengan pemateri dan para peserta.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan