SHARING KEISYA #1

Foto bersama dengan para peserta

(Sabtu, 27/3), Keputrian Lembaga Dakwah Kampus Syahid 25 telah mengadakan acara “Sharing Keisya #1”. Acara perdana ini mengangkat tema ‘Menjadi Muslimah Zaman Now Penerus Ummul Mukminin: Khadijah binti Khuwailid’. Acara ini dipandu oleh MC, Putri Fita Kasmi dan dimoderatori oleh Tarisa Febriyani. Acara Sharing Keisya perdana ini mengundang Umi Najwa Khairina sebagai pemateri. Karena saat ini, masih dilanda oleh pandemi Covid 19, maka acara dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan media ZOOM Meeting.

Sedikit ulasan materi yang didapatkan pada acara tersebut antara lain, Khadijah r.a adalah seorang wanita yang sangat kaya raya dan terampil dalam dunia perdagangan. Beliau banyak mempekerjakan orang quraisy. Pada saat itu, Rasulullah SAW juga bekerja sebagai salah satu pedagang yang membawa barang-barang dari Khadijah. Karena kejujuran Rasulullah SAW dan beberapa keistimewaan yang dimiliki beliau, beliau pun terkenal. Kabar tentang Rasulullah SAW sampai ke telinga Khadijah. Khadijah pun kagum akan kemuliaan perangai Rasulullah, dan pergi menemui beliau dan menawarkan diri untuk dinikahi oleh beliau.

Kemudian, Khadijah dan Rasulullah pun menjalani kehidupan pernikahan selama 25 tahun sebelum akhirnya Khadijah wafat.

Selama menjalani pernikahan dengan Rasulullah, Khadijah tidak pernah sekalipun mengeluh. Padahal, selama perjalanan dakwah Rasulullah bukanlah suatu hal yang mudah untuk dihadapi. Cacian dari kaum kafir Quraisy, ancaman dari kaum kafir, dan rela ditinggalkan Rasulullah untuk bertahannuts di gua hira. Tidak hanya itu, Khadijah r.a selalu mempercayai Rasulullah SAW ketika yang lain ingkar, harta dan waktunya habus untuk menemani Rasulullah berdakwah. Tidak ada yang pengorbanannya dalam dakwah Rasul yang lebih besar dari Khadijah.

Atas perjuangan Khadijah r.a dijalan Allah SWT, maka beliau dimuliakan oleh Allah SWT. Allah SWT menyampaikan salam untuknya saat beliau masih ada didunia. Allah SWT memberikan kabar gembira dengan sebuah rumah yang terbuat dari mutiara di surga dengan ketenangan di dalamnya.

Jibril memberikan kain kafan khusus untuk membungkus ruhnya untuk menjelang wafatnya, kabar ini juga langsung disampaikan oleh Jibril kepada Rasul. Rasul juga memuliakan Khadijah dengan selalu menyebut-nyebut Khadijah dalam memberikan contoh kebaikan kepada sahabat.

Cinta Rasul sangat bedar kepada Khadijah karena pengorbanan Khadijah dan keikhlasannya saat menemani Rasul untuk berdakwah. Rasul juga memuliakan orang-orang yang dimuliakan oleh Khadijah selama di dunia, menyambung amal-amal baiknya, dan menyambung silaturahmi dengan kerabatnya.

Dari pernikahan dengan Rasul, Khadijah dikaruniai 6 orang anak, diantaranya 2 anak laki-laki (Qasim dan Abdullah) dan 4 anak perenpuan (Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kaltsum, dan Fathimah). Kedua putranya wafat pada masa kanak-kanak, dan karena itu nasab keluarga nabi Muhammad SAW dari Fathimah r.a. Khadijah r.a wafat pada ditahun ketiga sebelum hijrah, disaat kaum muslimin mengalami embargo sosial ekonomi dari masyarakat quraisy.

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Ibunda Khadijah r.a, yaitu menjaga kesuciaan dari seorang muslimah dan mu’minah, mendukung perjuangan agama dengan segala potensi yang dimiliki tanpa berharap balasan di dunia, menciptakan sakinah/ketenangan di dalam rumah dengan kemuliaan akhlak, kebaikan lisan dan mengesampingkan ‘perasaan’, tidak mengeluh dengan beratnya jalan perjuangan, keimanan yang menghujam dalam, tanpa sedikitpun keraguan.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah Siti Khadijah r.a dengan meyakini bahwa tidak ada keraguan untuk selalu berjalan di jalan Allah SWT. Acara Sharing Keisya #1 diakhiri dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama. Semoga kita dapat bertemu lagi di Sharing Keisya berikutnya

Comments

comments

Tinggalkan Balasan