Sharing Keisya #2

Pemaparan materi oleh Hajiah Nurdiani

Pada Sabtu (17/4) bidang Keputrian Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar agenda Sharing Kesiya (Shasya) #2 yang bertemakan “Menjadi Perhiasan di Tengah Luasnya Dunia”. Shasya kali ini ditemani Hajiah Nurdiani selaku pembicara yang diikuti oleh lebih dari 50 peserta. Acara dimulai pukul 10.00 WIB s/d selesai dipandu oleh moderator, yaitu Minchatur Robiah, anggota keilmuan LDK Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Memulai acara dengan kembali mengingatkan para peserta terkait tiga hal utama dalam penciptaan manusia, yaitu maksud, tujuan, dan misi yang diemban para muslimin. Maksud Allah menciptakan manusia dijelaskan pada Q.S Adh-Dzariyat: 56 “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

Sedangkan, tujuan penciptaan dijelaskan pada Q.S Al-Baqarah: 30 “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman,’Sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’.

Lalu, misi penciptaan manusia diterangkan sebagai kegiatan melakukan kewajiban pada Allah, pada Rasulullah, dan terhadap agama dan dakwah. Kaitan dengan tema kali ini adalah diskusi ini akan selalu berpulang kembali ke tiga hal utama tersebut.

Perhiasan di tengah luasnya dunia, menurut Hajiah dapat diibaratkan seperti mutiara yang ada di dasar laut. Mutiara ini sebagai hal yang diperjuangkan, sampai orang-orang mencari dan berjuang hingga menyelam ke dasar. Maka sebaiknya, muslimah menjadi mutiara tersebut hingga orang-orang mencari dan memperjuangkannya.

Takaran muslimah sebagai perhiasan menurut Hajiah dapat diukur dengan apakah seorang perempuan saat sendirian sudah bertakwa kepada Allah SWT. sehingga ia berhati-hati dari kegiatan lalai yang melupakan Allah, lalu memahami tujuan penciptaan fitrah perempuan dengan salah satunya menjaga apa yang ada dalam dirinya sendiri.

Setelah pemaparan mengenai muslimah sebagai perhiasan dunia, dibuka sesi tanya jawab kepada peserta. Pertanyaan cukup beragam seperti bagaimana menghadirkan rasa dalam diri muslimah bahwa ia adalah perhiasan dunia, bagaimana cara mengingatkan sesama teman perempuan dalam menjalankan kewajibannya, bagaimana menjaga diri sendiri, serta bagaimana menampik rasa rendah diri saat berada di suatu lingkungan.

Ditutup dengan closing statement dari Hajiah, bahwasannya di dunia ini, setiap muslimah memiliki keistimewaan serta memiliki potensi yang dapat digali dalam dirinya. Sehingga kita dapat memiliki kesempatan-kesempatan untuk melakukan amanah terbaiknya.   

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.