Pilar Madani, Ikhtiar Membangun Manusia yang Integral

credit: behance

Oleh : Saka Tri Utama
Koordinator Humas LDK Syahid 25

Alhamdulillah, pada akhir bulan Februari telah terlaksana Musyawarah Kerja serta pengumuman nama kabinet Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid 25 yaitu Pilar Madani. Tentu, dari hasil nama kabinet yang disepakati melalui proses syuro dan voting yang cukup alot, mengingat banyak opsi selain Pilar Madani yang memikili landasan filosofis yang argumentatif dan konstruktif untuk memperbaiki kesehatan roda organisasi.

Melalui mekanisme mentoring yang diadakan LDK Syahid itulah sedang dipersiapkan manusia yang akan memiliki integritas moral tinggi, kecakapan manajemen organisasi dan penguasaan literatur untuk dapat menerawang cakrawala dunia.

Filosofis Pilar Madani

Kata Pilar dalam KBBI online mengandung kiasan sebagai: dasar (yang pokok); induk (organisasi). Sedangkan Madani diartikan sebagai menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, ilmu dan teknologi yang berperadaban. Kedua istilah tersebut dapat diartikan sebagai sebuah organisasi yang menuju kepada orientasi keimanan sebagai dasar pandangan hidup (Worldview Islam) dan dalam implementasi kehidupan sehari-hari berlandaskan atas hukum yang telah disepakati oleh bangsa Indonesia, dalam hal ini adalah Pancasila.

Menurut Syed Muhammad Naquib Al-attas dalam buku Islam dan Sekularisme istilah Madani berasal dari akar kata D-Y-N (din) atau agama yang berimbuhan menjadi kata maddana dan dari kata inilah lahir istilah tamaddun (peradaban). Maka dari sini, bisa terlihat berbagai pengguna kata yang berasal dari kata D-Y-N. Kita dapat menafsirkan suatu gambaran dalam pikiran, bahwa hal ini berkaitan dengan kehidupan suatu peradaban, suatu kehidupan bermasyarakat yang diatur dengan hukum, peraturan, keadilan dan otoritas wahyu.

Istilah Madani sangat dekat dengan kata masyarakat atau society. Banyak para tokoh mendefinisikan Masyarakat Madani, termasuk di dalam buku Civil Edication, Pancasila, Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani, menurut Azyumadri Azra masyarakat madani lebih dari sekedar gerakan prodemokrasi, karena ia juga mengacu pada pembentukan masyarakat berkualitas dan ber-tamaddun (civility). Menurut Cendikiawan Muslim Indonesia, Nurcholish Madjid, sesuai makna akar katanya yang berasal dari kata tamaddun (arab) atau civility (Inggris), istilah masyarakat madani mengandung makna toleransi, kesediaan pribadi-pribadi untuk menerima pelbagai macam pandangan politik dan tingkah laku sosial. Dari paparan kedua tokoh tersebut, terlihat cita ideal Masyarakat Madani nampak tegas dan kuat akan nuansa peradaban dan moralitas yang tinggi.

Dengan demikian, rumusan masyarakat madani yang sudah diartikulasikan oleh para tokoh dengan masyarakat yang beradab tinggi, menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan berkemampuan dalam hal teknologi. Maka agar tidak menjadi sebuah impian yang utopis, diperlukan persiapan manusia agar mampu membawa arah bangsa multikultural ini dengan baik dan tepat.

Konsep Masyarakat Madani dimensi Islam

Setiap orang pasti pernah menghayalkan sebuah cita tatanan masyarakat yang beradab, berkeadilan, teratur dan nyaman. Sebuah hal keniscayaan yang masih dipupuk oleh rasa mimpi mengenai bentuk ideal kondisi masyarakat madani. Apakah hal tersebut bisa menjadi kenyataan?, jawabannya bisa. Hal yang menjadi kunci agar dapat mewujudkan cita-cita masyarakat ideal adalah pembentukan karakter manusia berilmu, serta prosesnya akan menciptakan seorang manusia yang beradab. Berilmu di sini tidak ada pemisahan dan dikotomi antara ilmu pengetahuan dan ilmu kewahyuan.

Dalam buku Kewarganegaraan dan Masyarakat Madani dijelaskan konsep masyarakat madani dalam Islam mengacu kepada kota Madinah yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw.. Masyarakat yang dibangun atas dasar nilai-nilai kearifan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta adab dan moralitas yang sangat kuat. Peradaban Islam pun dimulai sejak dibangunnya kota Madinah. Diketahui bahwa kota Madinah adalah masyarakat yang majemuk dari berbagai agama dan ras bangsa. Hal tersebut diperkuat dengan adanya piagam Madinah.

Tentu, terbentuknya masyarakat madani tidak hanya berkaitan terhadap sebuah keragaman sosiokultural dan agama, melainkan menciptakan sebuah komunitas ilmu pengetahuan. Ilmu yang dibangun masyarakat Madinah dilandasi oleh gagasan wahyu Allah. Nabi pun membangun sebuah komunitas keilmuan bernama Ash-Shuffah, yang mulanya hanya untuk tunawisma dari kalangan sahabat nabi hingga akhirnya menjadi komunitas keilmuan Islam yang berpengaruh ke seluruh dunia.

Lanjut dalam buku Kewarganegaraan dan Masyarakat Madani, dijelaskan masyarakat madani terbangun oleh manusia karakter yang berilmu dan beradab. Masyarakat ini pastinya mengutamakan proses-proses musyawarah, mengedepankan akal pikiran dan ilmu pengetahuan dibandingkan kekerasan, sifat masyarakat yang terbuka dan toleran terhadap adanya perbedaan dan perubahan sosiokultural.

Hal ini senada dengan masyarakat yang lebih mengedepankan semangat untuk menciptakan kebaikan sebagaimana firmah Allah : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung (QS. AlImran [3]:104).

Karakteristik masyarakat beradab akan mengutamakan kelemah lembutan dan bukan konflik atau kekerasan. Sebagaimana firman Allah yang menggambarakan sebuah susunan masyarakat yang penuh budi bahasa:

Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan dirimu dari sekeilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawarahkanlah dengan mereka dalam segala urusan (QS. Al-Imran [3]:159)

Masyarakat beradab inilah yang harus menjadi sebuah langkah awal menuju cita-cita masyarakat madani. Hal tersebut sebaiknya menjadi bahan refleksi diri agar dapat mempersiapkan karakteristik manusia yang berilmu serta beradab. Kedua kata kunci tersebut harus seirama dalam proses pembentukan manusia sehingga dapat menciptakan masyarakat madani bagi bangsa Indonesia.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan