Syahid in Ramadhan (Syahdan)

Pemaparan materi oleh Ust. Haikal Hasaan

Pada Sabtu (24/4), Bidang Syiar dan Keilmuan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulla Jakarta, menggelar Kajian Online Syahid In Ramadhan (Syahdan) yang bertajuk “Ramadhan, Puasa Aja Gak Cukup!”. Dengan mendatangkan Babe Haikal Hassan sebagai pembicara dan diikuti lebih dari 115peserta yang diselenggarakan melalui ZOOM Cloud Meetings. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipandu oleh Sudrajatullah, Mahasiswa Fakultas Usuludin. Rencananya, acara ini juga akan dilanjut keesokan harinya dengan agenda pengumuman pemenang bagi peserta yang sudah mengikuti perlombaan Syahdan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Syahdan, Aufa, dengan mengutip Q.S Al-Baqarah: 183 “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasasa bagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Dilanjut dengan tausiyah dari Babe Haikal, menurut Babe, Indonesia adalah bangsa yang unik, karena menamakan bulan Ramadhan sebagai bulan puasa. Sehingga orang-orang akhirnya hanya focus pada puasa, padahal bulan Ramadhan bukan hanya sekedar puasa. Bulan Ramadhan adalah bulan pembakaran, artinya bulan dimana dibakarnya dosa-dosa kita. Maka puasa saja tidak cukup, harus dibarengi dengan semangat dalam beribadah.

Namun tetap, kaum muda dalam beribadah harus menyesuikan kapasitas dirinya. Babe menjelaskan bahwa dalam beribadah, pemuda harus hemat dalam  melakukan ketaatan. Maksud hemat di sini adalah menikmati ibadah yang kita lakukan dan merasa asik dalam menjalankannya. Karena jika ibadah menjadi beban, maka kita akan kehilangan eksensi dan kenikmatan dari ibadah itu sendiri.

Lebih lanjut Babe mengatakan, wahai orang yang beriman bertakwalah dengan sebenar-benarnya takwa. Babe juga menceritakan bahwa ada sahabat nabi yang berkata akan puasa selamanya, sahabat yang lain berkata tidak akan berhenti salat kecuali ada hajat. Mendengar hal tersebut, Rasulullah kemudian tidak menghendaki, dan mengatakan bahwa Rasulullah adalah orang yang lebih bertakwa, namun Rasulullah tetap makan dan tidur. Hal tersebut menunjukan bahwa nabi Muhammad Saw yang manusia sesempurna itu saja, mengerti bahwa tubuh kita punya hak dan hak itulah yang harus kita penuhi.

Babe juga berpesan kepada mahasiswa, agar jangan meninggalkan sholat dalam kondisi apapun. Karena orang yang tidak salat diibaratkan tidak punya kepala, tidak ada artinya. Bahkan orang yang puasa namun ia tidak salat, maka puasanya tidak sah. Nabi Saw bersabda “Barangsiapa yang meninggalkan salat dengan segaja, sungguh telah kafir (terang-terangan)”.

Jadi apapun profesinya jangan pernah meninggalkan salat, sekalipun kita masih melakukan kejahatan. Karena salat itulah yang akan mengurangi maksiat serta kejahatan yang masih kita lakukan. Allah berfirman dalam Q.S Al-Ankabut: 45 “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”.

Setelah pemaparan mengenai pentingnya salat, dibuka sesi tanya jawab kepada peserta. Pertanyaannya pun cukup beragam seperti bagaimana dengan salat tarawih yang dilaksanakan dengan cepat, apakah itu sah atau tidak dan bagaimana kita bias benar-benar menikmati ibadah kita.

Ditutup dengan closing statement bahwasanya ketika kita melakukan ibadah usahakan ibadah itu ringan, dan kita melakukannya dengan asik dan santai. Agar kita terhindar dari golongan orang munafik yang bermalas-malasan ketika beribadah.

Comments

comments