Bagaimana Hakikat Pemuda dalam Al-Quran

Ida Ruspita

pict by: Rahman Auf

Ngomongin soal pemuda, pastinya gak jauh dari semangat membara dan jiwa pantang menyerah. Memang semangat pemuda ini adalah momentum yang perlu kita manfaatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berdampak bagi agama, bangsa dan negara.

Pemuda di sini merupakan kelompok masyarakat yang peka dan paling cepat merespon keadaan terutama dalam dakwah islam, mereka adalah agen dari perubahan. Bahkan jika ingin memajukan suatu bangsa dan negara, yang perlu diperjuangkan dan diberikan kepercayaan adalah para pemuda.

Bung Karno pernah berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.  Wah sebegitu pentingnya ya pemuda untuk kemajuan.

Gak hanya menurut Bung Karno saja, dalam Alquran dan sunnah, pemuda menjadi pembicaraan terutama perannya dalam kehidupan ini, terutama dalam berjuang di jalan Allah. Pemuda harus menjadi pribadi yang mampu membuat tatanan hidup masyarakat menjadi lebih baik, bahkan dalam Alquran pun disebutkan adalah kata fityah atau para pemuda, bukan siapapun.

نَّحۡنُ نَقُصُّ عَلَیۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّهُمۡ فِتۡیَةٌ ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَـٰهُمۡ

 “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami menambahkan petunjuk kepada mereka.” (Q.S Al-Kahfi: 13).

Dalam Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI dijelaskan, ayat ini memaknai Kami akan ceritakan kepadamu dengan rinci wahai Nabi Muhammad kisah mereka yang penting dan menakjubkan itu dengan sebenarnya, tidak ada keraguan atau kesamaran agar Anda jelaskan kepada orang-orang yang bertanya dan menjadi pelajaran bagimu dan bagi umatmu. Sesungguhnya mereka adalah pemuda yang beriman kepada tuhan mereka dengan keimanan yang benar, tetapi mereka ditindas oleh penguasa pada masanya maka kami kukuhkan iman mereka dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka kepada jalan yang benar.

Tapi pemuda yang seperti apa yang diharapkan dan mampu mewujudkan kemajuan sesuai dalam Alquran? Jangan di skip dulu, jawabannya ada di bawah ini

  • Pemuda yang berlandaskan iman dalam semua sisi kehidupan

Iman itu menjadi energi paling kuat terutama keimanannya kepada Allah SWT. Misalnya, dihadapkan dengan teman-teman yang suka menggibah, ketika kita memiliki keimanan kepada Allah, maka kita akan menjauhi mereka dan tidak mengikuti perilakunya karena kita tahu  bahwa  Allah SWT sangat membenci orang-orang yang bergunjing. Di sinilah letak keimanan seorang  muslim, dimana mampu menahan hawa nafsunya untuk terus berada di jalan Allah SWT.

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.” (Q.S Al-Mu’minun: 1).

  • Pemuda yang arah hidupnya mengikuti petunjuk Allah

Banyak ditemui, sebagai manusia ada yang merasa bahwa kita dapat melakukan apa saja yang kita bisa dalam menjalani hidup. Tapi ada juga yang masih bingung bagaimana harusnya menjalani hidup yang jauh dari kesia-siaan. Allah sudah memberikan petunjuk untuk kita menjalani hidup bahkan untuk pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan.

(وأن هذا صر ⁠طی مستقیمࣰا فٱتبعوه ولا تتبعوا ٱلسبل فتفرق بكم عن سبیله ذ ⁠لكم وصىكم به لعلكم تتقون)

Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa”. (Q.S Al-An’am: 153).

  • Pemuda yang memiliki semangat dan kekuatan

Kita ketahui bahwa semangat pemuda tidak hanya dimiliki oleh pemuda yang dikategorikan dengan usia, tapi siapapun dan umur berapapun perlu memiliki jiwa semangat kepemudaan. Pemuda sendiri berasal dari kata al-futuwwu yang artinya kekuatan.

Jadi, setiap pemuda adalah kekuatan dan harus memiliki jiwa semangat dan memanfaatkan kekuatannya untuk menjadi orang yang senantiasa berada di jalan Allah dan bermanfaat bagi manusia lainnya.

(وأعدوا لهم ما ٱستطعتم من قوةࣲ ومن رباط ٱلخیل ترهبون به عدو ٱلله وعدوكم وءاخرین من دونهم لا تعلمونهم ٱلله یعلمهم وما تنفقوا من شیءࣲ فی سبیل ٱلله یوف إلیكم وأنتم لا تظلمون)

 “Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizhalimi (dirugikan).” (Q.S: Al-Anfal 60)

  • Mampu melewati tantangan

Seorang pemuda memiliki kesempatan emas yang perlu dimanfaatkan, bahkan kecanggihan teknologi informasi saat ini mampu memberikan kita kemudahan. Sehingga tidak ada alasan untuk kita tidak memanfaatkannya untuk berbuat kebaikan.

Seorang pemuda harus memiliki jiwa yang mampu bersaing dengan teknologi, mampu berlomba-lomba dalam kebaikan, karena kita tidak bisa menaklukkan dunia dan akhirat tanpa adanya perjuangan baik dalam menaklukkan hawa nafsu atau mujahadah maupun menaklukan teknologi agar kita yang bisa mengatur, bukan malah kita yang diatur.

Referensi:

Mirbah, Kholid. Hakikat Pemuda dalam Al Quran. 2020. [Daring]. Tautan: https://www.tanmia.or.id/artikel/hakikat-pemuda-dalam-al-quran/ Diakses pada Maret 2021.

Comments

comments

14 thoughts on “Bagaimana Hakikat Pemuda dalam Al-Quran

  1. Hi there, just became aware of your blog through Google, and found that it’s really informative. I am gonna watch out for brussels. I’ll appreciate if you continue this in future. Many people will be benefited from your writing. Cheers!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.