Webinar Beasiswa

Foto Bersama dengan Narasumber dan Peserta Webinar

Assalamualaikum sobat Madani,

Alhamdulilah pada Senin (9/08/2021) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah melaksanakan Webinar Beasiswa bertajuk “Kuliah Gratis dengan Beasiswa”. Diadakan secara virtual lewat Zoom Meeting, mengahdirkan mahasiswa berprestrasi diantaranya Duta Humas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Safitri Nur Safitri, penerima Beasiawa Badan Amal Zakat Nasional (Baznas), Muhammad Qudwah, penerima Beasiswa Ungggulan Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), Firdarini, dan terakhir penerima beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi), Samsul Maarif, sebagai narasumber. Webinar kali ini diikuti kurang lebih 205 peserta.

Acara dipandu oleh Farhan Muhmi ini dibuka dengan pembacaan kalam ilahi dan menyanyikan lagu wajib nasional “Indonesia Raya” serta sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arif Subhan. Ia mengatakan bahwa pentingnya organisasi kemahasiswaan adalah untuk menjadi ajang silaturahmi dan menambah jaringan/ networking, sehingga memudahkan untuk mendapatkan informasi mengenai beasiswa.

“Pentingnya (organisasi) untuk memengenbangkan passion dan bakat yang tidak kita dapat di kampus serta informasi beasiswa. Adapun untuk beasiswa di UIN itu sebenarnya cukup banyak seperti KIP (Kartu Indonesia Pintar), Badan layanan umum (beasiswa dan UIN), dan lembaga perbankan (BNI, BAZIZ, dan Volunteer),” kata Arif Subhan.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan perkenalan salah satu beasiswa di UIN Jakarta. Firdarini, salah satu mahasiswa penerima beasiswa Unggulan (BU) ini mengatakan terdapat dua seleksi yang harus diikuti, yakni seleksi berkas yang diadakan secara online dan seleksi wawancara untuk memvalidasi data secara langsung. Adapun, kategori yang bisa mendaftar beasiswa ini adalah Masyarakat berperstasi, pegawai Kemendikbud dan daerah terpencil, terbelakang, tertinggal (3T), serta mahasiswa semester 1 sampai 3, dan tidak sedang menerima beasiswa lain.  

“Dari kategorinya saja, artinya kita harus berprestasi untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Adapun untuk prestasinya tidak hanya harus akademik tapi juga bisa non akademik,” ujar Firdarini.

Qudwah, sebagai penerima beasisiwa menjelaskan bahwa beasiswa Baznas DKI Jakarta ini diperuntukan bagi mahasiswa Jakarta muslim dan mustahik, yakni orang yang masuk kategori penerima zakat. Adapun sebagai penerima beasiswa ini maka ia diwajibkan untuk berkontribusi di kegiatan Baznaz.

“Teman-teman yang ingin tahu lebih jauh tentang beasiswa ini bisa cek instagramnya @baznasbazisdkijakarta dan @bbp.baznasbazisdki. Adapun rencananya beasiswa ini akan kembali dibuka pada September atau Oktober. Nah untuk kriterianya sendiri adalah Indeks Prestasi (IP) nya harus diatas 3, mahasiswa aktif dan mahasiswa semester 1 sampai 8. Tapi untuk tahun ini saya belum tau apa kriterianya masih sama atau berbeda,” terang Qudwah.

Adapun untuk beasiswa Bidikmisi, Samsul Maarif mengatakan bahwa beasiswa Bidikmisi kini telah berganti menjadi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK). Beasiswa yang dikhusukan untuk program regular dan profesi seperti keguruan, kedokteran dan lain-lain. Adapun untuk kriteria yang harus dipenuhi adalah mempunyai KIPK, masuk golongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 1 samapi 3, dan terakhir memiliki prestasi akademik maupun non akademik.

“Teman-teman yang masih penasaran dengan beasiswa ini bisa mengakses akun UIN Jakarta spmb.uinjkt.ac.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait beaiswa bidikmisi ini,” terang Samsul.

Setelah menjelaskan terkait beasiswa, para narasumber juga menjelaskan mengenai pengalaman mereka saat mendaftar beaiswa, mulai dari terlambat mendaftar dan akhirnya tepaksa mendaftar di gelombang ke dua, ada pula yang kesulitan memenuhi persyaratan karna harus mengurusnya di daerah tempat asal. Hingga ada pula yang sulit mengakses informasi beasiswa karna tinggal di daerah yang jauh dari kota. Namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk tetap bisa mendapatkan beasiswa.

Selain menceritakan pengalaman, ketiganya juga membagikan tips dan trik agar mendapatkan beasiswa, yakni:

1. Memenuhi berkas-berkas, dan memasukan sertifikat prestasi kita kedalam berkas tersebut

2. Pastikan kita memahami dan memperhatikan betul persyaratan beasiswa yang ingin kita daftarkan

3. Cek kembali persyaratan apa saja yang masih kurang dan pastikan berkas yang kita kirim sudah lengkap dan benar

4. Meluruskan niat, berdoa dan berusaha mencari informasi beasiswa yang ada di berbagai media sosial

5. Melihat kembali kriteria beasiswa yang cocok dengan kita

6. Pastikan kita jujur dalam mengimput data-data persyaratan yang ada di beasiswa tersebut.

7. Jika masuk tes wawancara, maka pahami terlebih dahulu visi misi beasiswa tersebut.

Selesai membagikan tips dan trik, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan istirahat shalat ashar. Beragam pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari bagaimana cara menulis esai yang baik dan benar untuk beasiswa, bagaimana jika berkas yang di kirim ada yang salah, hingga bagaimana jika jurusannya belum memiliki akreditasi, apakah masih bisa mendaftar atau tidak?

Setelah istirat shalat Ashar, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Duta Humas UIN Jakarta, Safitri dengan menayangkan video perkenalan Kampus UIN Jakarta dan sesi tanya jawab. Setelah memperkenalkan Kampus UIN Jakarta, Safitri mengajak agar mahasiswa baru dapat mendaftar di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di kampus. Safitri berharap agar mahasiswa baru yang merasa salah masuk jurusan di UIN Jakarta untuk bersyukur dan tidak menyia-nyiakan kesempatan, serta memikirkan hal kedepan yang harus dilakukan.

“Teman-teman yang sudah diterima di suatu kampus, percayalah di dunia ini tidak ada sesuatu yang kebetulan. Jadi, kita harus banyak-banyak bersyukur dan melihat peluang. Setiap orang punya itu definisi atau jalan suksesnya masing-masing. Bisa jadi dengan teman-teman berada disini, di UIN Jakarta merupakan salah satu jalannya (kesusesan),” tutup Safirti.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan