KELAS BRAINSTORMING

mengubah skill desain amalan menjadi cuan

pemaparan materi pada sesi 2 oleh Muhammad Reza Azmi

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid mengadakan acara Kelas Brainstorming pada 26-28 Agustus 2021 yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi ZOOM. Mengangkat tema “From Creative Mindset with Professionals” yang terdiri dari 3 sesi dan telah diikuti lebih dari delapan puluh peserta. Peserta kali ini terdiri dari alumni LDK, pengurus LDK Syahid 25, dan pengurus LDKS Fakultas. Adapun tujuan dari diadakannya kelas brainstorming ini adalah untuk mengarahkan mindset kemediaan LDK Syahid dan peserta yang agar lebih baik dalam menjalani kehidupam sebagai desainer maupun illustrator.

Kamis (26/8/21) dilaksankan sesi pertama kelas Brainstorming, materi dibawakan oleh Muhammad Febri Adiawarja. Febri merupakan seorang designer, illustrator, dan project manager. Personal branding merupakan materi yang dibawakan oleh Febri. Personal branding merupakan suatu kegiatan untuk memperkenalkan diri sendiri agar mendapat kepercayaan dari orang lain untuk melakukan suatu hal.

Menurut Febri, personal branding penting karena dapat menjadi jembatan antara diri sendiri dengan karir. Pemanfaatan media social secara optimal dapat menjadi wadah dari karya yang telah kita buat dan orang lain dapat menilai sejauh mana kemampuan kita. Personal branding dapat dilakukan melalui media sosial, seperti facebook, instagram, twitter, dan linkeidn. Febri juga membagikan tips dan trik dalam meningkatkan personal branding. Adapun tips dan triknya, yaitu membuat karya/produk, ceritakan prosesnya, publikasi karyamu, ceritakan dirimu, tingkatkan kemampuanmu, aktif di komunitas, social manage, perluas relasi, serta konsisten.

Sesi kedua dilaksanakan pada Jum’at (27/8/21) dengan topik storytelling oleh Muhammad Reza Azmi. Reza salah seorang yang menggunakan storytelling dalam membuat karyanya. Didasarkan pada keyakinan Reza bahwa jika suatu karya memiliki storytelling, maka karya tersebut akan menjadi lebih bermakna dan memiliki arti. Storytelling menjadi konsep yang harus digunakan dalam pembuatan karya karena setiap hari ada tukar informasi, tukar data, bercerita, tukar rasa baik verbal, tulisan, ataupun visual.

Karya dapat dipersepsikan dan dikenang melalui cerita. Adapun ruang lingkup storytelling dapat dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu Publishing, Editorial, Advertaising, Entertainment, dan Content creator.

Sesi terakhir pada Sabtu (28/8/21) diisi oleh Ayom Satrio Aji dengan pembahasan mendalami tahapan berpikir kreatif dalam eksekusi karya. Untuk membuat suatu karya, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui, yaitu briefing, brainstorming, sketching, vectoring, dan presenting.

Ayom mengakhiri kelasnya dengan memberikan quotes, yaitu “Tidak ada hal baru dibawah langit yang sama. Dan dengan berlatih kita belum tentu berhasil. Tanpa berlatih kita pasti gagal”.

Semoga ilmu yang didapatkan pada kesempatan kali ini menjadi manfaat dan dapat diterapkan dikehidupan nyata

Comments

comments

Tinggalkan Balasan